Tampilkan postingan dengan label Pengembangan Diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengembangan Diri. Tampilkan semua postingan

BAHAGIA MENURUT NABI

Apa itu bahagia ,,,,,

                                                                                   

BAHAGIA MENURUT NABI

Sebuah kata mengingatkan dari seorang teman yang berkata “jangan lupa bahagia yaa ..”

Kata bahagia merupakan tujuan selanjutnya pasca kata bernama ketenangan.

Definisi bahagia menurut Wikipedia yang berarti Kebahagiaan atau kegembiraan adalah suatu keadaan pikiran atau perasaan yang ditandai dengan kecukupan hingga kesenangan, cinta, kepuasan, kenikmatan, atau kegembiraan yang intens. Berbagai pendekatan filsafat, agama, psikologi, dan biologi telah dilakukan untuk mendefinisikan kebahagiaan dan menentukan sumbernya.

Sedangkan arti dari bahagia menurut kamus besar bahasa Indonesia yaitu keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dari segala yang menyusahkan).

Yang menjadi persoalan adalah ketika seseorang mencari kebahagiaan mereka tidak pernah mendapatkannya karena salah dalam mencarinya atau tidak langsung dari sumbernya, yaitu sumber pemberi kebahagiaan penguasa alam ini.

Orang ingin bahagia tapi mereka melupakan sang pemberi bahagia yakni Allah swt.

Allah berfirman Katakanlah: "Dengan rahmat Allah dan rahmat-Nya, biarkan mereka senang dengan itu. Rahmat Allah dan rahmat-Nya lebih baik dari  apa yang mereka kumpulkan." (Qs: Yunus: 58)

Sesungguhnya ada sekelompok hamba-Ku yang berdoa (di dunia): "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah sebaik-baik orang yang memberi rahmat." (QS: Al- Muminun:  109 )

                                                                     

BAHAGIA MENURUT NABI

 Bisakah Kita Mengejar Kebahagiaan?

“Tidak apa-apa dengan kaya bagi orang yang bertakwa. Dan sehat bagi orang yang bertakwa itu lebih baik dari kaya. Dan bahagia itu bagian dari kenikmatan.” [HR Ibnumajah].

Kuncinya adalah kita mensyukurinya.

“Dan (ingat juga), ketika Tuhanmu memberi tahu; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, Kami pasti akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu tidak menaati  (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku akan sangat pedih.” (QS: Ibrahim: 7)

Diriwayatkan kepada kami Muhammad bin Ja'far meriwayatkan kepada kami Syu'bah dari Qatadah dari Anas, Seringkali Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian,  berkata, "Ya Allah, satu-satunya kehidupan yang menyenangkan adalah akhirat". Syu'bah berkata, Atau berkata, "Ya Allah, tidak ada kehidupan yang benar-benar bahagia  kecuali akhirat, maka muliakanlah kaum Ansar dan para hijrah" [HR Ahmad No. 12306]

Telah meriwayatkan kepada kami Waki' telah meriwayatkan kepada kami Hammad bin Salamah atas otoritas Abu al-Tayyah, adh-Dhuba'i atas otoritas Anas Bin Malik berkata, Saya mendengar Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan menganugerahinya damai, katakanlah ketika dia membantu para sahabatnya  membangun masjid, “Ketahuilah bahwa kehidupan yang penuh  kebahagiaan ini hanyalah kehidupan akhirat . [HR Ahmad]

Cara-Cara Bahagia

Siap untuk Ketetapan Tuhan

Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Di antara kebahagiaan anak Adam adalah istikharanya (meminta pilihan dengan meminta petunjuk dari  Allah) kepada Allah, dan di antara kebahagiaan anak Adam adalah kesediaannya untuk menaati ketetapan Allah. . , sedangkan di antara penderitaan anak Adam adalah  meninggalkan istikharah kepada Allah, dan di antara penderitaan anak Adam adalah kemarahannya terhadap ketetapan Allah. [SDM. Ahmad]

Tanda-Tanda Bahagia Menurut Nabi SAW :

1. Pertama, qalbu syakir yaitu hati yang selalu bersyukur. 

                                                               

BAHAGIA MENURUT NABI
                                                                                          
Terima kasih Tuhan dan terima apa yang bisa dia gunakan untuk kebaikan. Orang  yang pandai bersyukur akan pandai memahami kasih sayang Allah, apapun yang Dia berikan selalu berharga dan membuat mereka dekat dengan-Nya.

Dia selalu menerima keputusan Allah secara positif, jika dia dihadapkan pada kesulitan maka dia mengingat kata-kata Rasulullah: jika dia dalam kesulitan, maka perhatikan orang yang lebih sulit dari dia.

Bila diberi kemudahan, maka ia sadar bahwa itu adalah ujian dan semakin bersyukur, jika bersyukur maka Allah akan menambah nikmat dan kemudahan yang lebih lebih besar dari berkat yang telah diterima.

2. Kedua, al-Azwaj al-shalihah, pasangan hidup yang saleh.

                                                                               

BAHAGIA MENURUT NABI

  

Pasangan yang soleh menciptakan suasana rumah yang nyaman dan menurunkan keluarga yang saleh. Pada hari kiamat nanti seorang suami akan diminta tanggungjawabnya dalam membimbing istri dan anak. Tentu berbahagia menjadi istri dari suami yang saleh, yang selalu mengajak kepada kebaikan, dan berbahagia menjadi suami dari istri yang tulus selalu mendampingi.

3. Ketiga, al-aulad al-abrar, anak-anak yang saleh.

                                                                             

BAHAGIA MENURUT NABI

Anak yang senantiasa berbakti dan mendoakan kedua orangtua. Rasulullah ketika selesai melakukan tawaf bertemu dengan seorang pemuda yang lecet dipundaknya. Kemudian beliau bertanya wahai pemuda kenapa pundakmu itu?

Pemuda tersebut menjawab, aku mempunyai ibu yang sudah tua, ibuku itu tidak mau jauh dariku, aku sangat menyayanginya. aku selalu melayani dan menggendongnya ketika aku selesai salat dan istirahat.

Kemudian pemuda itu bertanya apakah dia termasuk orang yang bakti kepada orangtua.

Lalu Nabi menjawab, kamu termasuk anak yang sholeh dan berbakti, namun kebaikan yang kamu lakukan tidak sebanding dengan kasih sayang kedua orang tuamu. kepadamu. Cinta orangtuamu tidak terbalaskan hanya dengan itu.

Baca Juga: Penurunan populasi penduduk China


4. Keempat, al-bi'ah al-sholihah, lingkungan yang baik dan kondusif untuk keimanan.

                                                                         

BAHAGIA MENURUT NABI

Lingkungan yang mengingatkan dan mendorong kepada kebaikan. Mengenal siapapun untuk dijadikan teman tidaklah dilarang, namun untuk menjadikan sebagai sahabat karib haruslah orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan.

Rasulullah menganjurkan kita untuk bergaul dengan orang saleh, yaitu orang yang mengajak kebaikan dan mengingatkan jika berbuat salah. Karena orang saleh itu memiliki pancaran cahaya yang dapat menerangi orang-orang di sekelilingnya.

5. Kelima, al-mal al-halal yaitu harta yang halal.

                                                                          

BAHAGIA MENURUT NABI

Islam tidak melarang orang menjadi kaya, tetapi yang penting adalah kualitas kekayaan, bukan kuantitas kekayaan. Nabi berkata: Akan tiba saatnya ketika orang tidak peduli lagi dengan harta yang diperolehnya, apakah halal atau haram.

14 abad lebih, setelah Rasulullah menyatakan hadis ini, kita sedang menyaksikan sebuah kenyataan dimana orang sangat berani melakukan korupsi, penipuan, penggelembungan nilai proyek, pemerasan, penyuapan, pengoplosan BBM, produksi barang bajakan, dan sebagainya.

Banyak orang yang menjadi korban, bahkan tak jarang orang mengatakan “mencari yang haram aja sulit apalagi yang halal”. Rasulullah pernah bercerita tentang orang yang sedang dalam perjalanan jauh, rambutnya kusut, pakaiannya kotor. Dia berdoa sambil mengangkat tangannya, tetapi Rasulullah mengatakan bagaimana doamu dapat dikabulkan jika makanan, minuman, pakaian dan tempat tinggal yang kau miliki didapat dari yang haram, karena sesuatu yang haram penyebab menolak doa dan ibadah.

Nabi miskin dalam artian tidak memiliki harta berlebih. Dia ternyata kaya, punya lebih banyak harta, tapi tetap hidup dia tidak kaya atau sangat sederhana.

Mengapa demikian karena ia bertapa dengan hartanya. Asketisme di sini bukan berarti tidak bisa memiliki harta yang melimpah, melainkan hati tidak terkait atau cinta dengan harta itu. Jadi kita pun patut mencontoh Rasul, kita harus kaya tapi kita tidak boleh mencintai kekayaan kita itu.

Kalau kaya kita bisa bersedakah, berinfak lebih banyak dari orang yang kekayaannya sedikit, bisa berhaji, bisa buat pesantren dan lembaga pendidikan, memberi peluang kerja bagi gelandangan dan pengemis.

6. Keenam, tafaqquh fi al-din, cinta ilmu agama. 

                                                                          

BAHAGIA MENURUT NABI

Hal ini dapat diwujudkan dengan belajar, mengkaji dan mengamalkan ilmu-ilmu agama. Semakin banyak orang  mempelajari ilmu agama, maka kehidupan orang akan semakin terarah. Hanya dengan ilmu, amal manusia bernilai pahala.

Semakin belajar semakin cinta agama, semakin cinta Allah dan rasul-Nya, cinta ini yang akan mententramkan hatinya.

7. Ketujuh, usia yang diberkati. 

                                                                              

BAHAGIA MENURUT NABI

Semakin tua semakin mulia, semakin banyak perbuatan baik, hidup hanya diisi untuk kebahagiaan lahiriah, usia tua akan datang penuh dengan kekecewaan, memimpikan kebahagiaan sementara tubuh semakin lemah dan tidak mampu mewujudkan mimpi tersebut.

Hidup yang digunakan untuk mempersiapkan bekal bertemu Allah, maka semakin tua dia akan semakin bahagia, bersikap optimis. Dan tidak ada ketakutan meninggalkan dunia fana ini.

Akhir  kata berbahagialah hamba-hamba yang senantiasa mau bersyukur atas segala karunia yang Alloh berikan.

Wallahu alam bi shawab ,,,


middlehead.youtube.com


CARA MEMBANGUN PONDASI KESUKSESAN


Gambar: MEMBANGUN PONDASI KESUKSESAN

Menetapkan Tujuan Yang Jelas: 

Pertama-tama, untuk membangun kesuksesan, kita perlu menetapkan tujuan yang jelas dan terukur. Tanpa tujuan yang jelas, kita akan berkelana tanpa arah yang pasti, serta mengikat tujuan kita secara spesifik dan buatlah rencana tindakan yang terperinci untuk mencapainya. Tujuan yang jelas akan memberikan fokus dan motivasi yang diperlukan untuk melangkah maju.

Pendidikan dan Pengetahuan: 

Pengembangan diri juga melibatkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kita. Berinvestasilah dalam pendidikan diri melalui membaca buku, menghadiri seminar, atau mengikuti kursus. Jangan pernah berhenti belajar dan selalu berusaha untuk meningkatkan diri. Pengetahuan yang luas akan memberikan keunggulan kompetitif dan meningkatkan peluang kesuksesan di berbagai bidang.

Membangun Jaringan dan Hubungan: 

Kesuksesan juga terkait erat dengan jaringan dan hubungan yang kita miliki. Jalinlah hubungan yang baik dengan orang-orang yang memiliki minat dan tujuan yang serupa. disusun dengan kelompok atau organisasi yang relevan dengan bidang kita. Jaringan yang solid dapat memberikan peluang baru, inspirasi, dan dukungan yang penting dalam perjalanan kita menuju kesuksesan.

Meluncurkan Keterampilan Interpersonal: 

Keterampilan interpersonal, seperti komunikasi efektif, kepemimpinan, dan kerja tim, sangat penting dalam dunia kerja dan kehidupan pribadi. Bekerja dalam pengembangan keterampilan ini akan membantu kita membangun hubungan yang baik dengan orang lain, mengatasi konflik, dan menciptakan suasana kerja yang harmonis. Melalui pengembangan keterampilan interpersonal, kita dapat menjadi pribadi yang lebih efektif dan sukses.

Menciptakan Keseimbangan Hidup: 

Penting untuk menciptakan keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesional kita. Kesuksesan tidak hanya berkaitan dengan barang, tetapi juga dengan kebahagiaan dan kesejahteraan kita secara keseluruhan. Sisihkan waktu untuk bersantai, menjaga kesehatan fisik dan mental, serta menjalin hubungan yang bermakna dengan keluarga dan teman-teman. Dengan menjaga keseimbangan hidup, kita dapat membangun fondasi yang sehat untuk kesuksesan jangka panjang.

Ketekunan dan Kemandirian: 

Tidak ada kesuksesan yang instan. Penting untuk memiliki ketekunan dan kemandirian yang tinggi. Jangan menyerah saat menghadapi tantangan atau kegagalan. Jadikan kegagalan sebagai pembelajaran dan teruslah berusaha. Kesuksesan seringkali datang kepada mereka yang tidak mudah menyerah dan tetap berjuang melewati rintangan.

Gambar: MEMBANGUN PONDASI KESUKSESAN

Membangun kesuksesan membutuhkan komitmen, kerja keras, dan ketekunan yang kuat. Dengan menetapkan tujuan yang jelas, berinvestasi dalam pendidikan diri, membangun jaringan yang kuat, mengembangkan keterampilan interpersonal, menciptakan keseimbangan hidup, dan memiliki ketekunan yang tinggi, kita dapat meningkatkan peluang kesuksesan dalam hidup kita. Ingatlah bahwa perjalanan menuju kesuksesan adalah proses yang berkelanjutan, jadi tetaplah fokus dan teruslah berkembang secara pribadi.

Setiap orang memiliki potensi untuk mencapai kesuksesan dalam kehidupan mereka. Namun, untuk mencapai hal tersebut, diperlukan langkah-langkah konkret dalam pengembangan diri. Membangun kesuksesan adalah kunci utama untuk mencapai tujuan dan impian kita. 

Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa langkah penting untuk menciptakan mantra yang kuat untuk kesuksesan.

MEMBANGUN PONDASI KESUKSESAN

1. Kenali Diri Anda:

Langkah pertama dalam pengembangan diri adalah mengidentifikasi diri Anda dengan baik. Menampilkan keahlian, minat, nilai-nilai, dan potensi yang dimiliki. 

Pahami apa yang membuat Anda bersemangat dan apa yang ingin Anda capai dalam hidup. Dengan memahami diri sendiri, Anda dapat merumuskan tujuan yang lebih jelas dan relevan dengan cita-cita Anda.

MEMBANGUN PONDASI KESUKSESAN

2. Tetapkan Tujuan yang Spesifik dan Terukur:

Setelah Anda mengenali diri Anda, tetapkan tujuan yang spesifik dan terukur. Buatlah target-target jangka pendek, menengah, dan jangka panjang yang dapat memberi arah pada langkah-langkah yang harus diambil. Pastikan tujuan Anda realistis dan dapat diukur sehingga Anda dapat melihat kemajuan yang telah dicapai.

MEMBANGUN PONDASI KESUKSESAN
3. Belajar dan Berkembang:


Pengembangan diri tidak pernah berhenti. Investasikan waktu Anda dalam pembelajaran dan pengembangan keterampilan. Bacalah buku, ikuti kursus, dan cari mentor yang dapat membantu Anda tumbuh sebagai individu. Jangan takut untuk keluar dari zona nyaman dan menghadapi tantangan baru. Semakin Anda berkembang, semakin besar peluang untuk mencapai kesuksesan.


4. Kelola Waktu dan Produktivitas:

Manajemen waktu yang baik dan produktivitas yang efektif sangat penting dalam mencapai tujuan. Buatlah jadwal yang teratur, prioritaskan tugas-tugas yang paling penting, dan hindari pemborosan waktu. Tetap fokus pada pekerjaan yang sedang Anda kerjakan, dan hindari terjebak dalam gangguan atau penundaan.


5. Jalin Hubungan yang Positif:

Hubungan sosial yang positif memiliki peran penting dalam pengembangan diri dan kesuksesan. Cari teman-teman dan mentor yang dapat memberikan dukungan, dorongan, dan masukan yang konstruktif. Hindari lingkungan yang negatif atau merugikan, karena hal tersebut dapat menghambat kemajuan Anda.

6. Jaga Keseimbangan Antar Aspek Kehidupan:

Untuk mencapai kesuksesan yang berkelanjutan, penting untuk menjaga keseimbangan antara berbagai aspek kehidupan. Perhatikan kesehatan fisik dan mental Anda, berikan waktu untuk bersantai dan bersenang-senang, serta tetapkan batasan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

7. Tingkatkan Ketahanan Diri:

Kesuksesan tidak selalu datang dengan mudah. Pasti akan ada rintangan dan kegagalan di sepanjang jalan. Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan ketahanan diri yang kuat. Terimalah kegagalan sebagai bagian dari proses belajar dan gunakan sebagai kesempatan untuk tumbuh. Tetapkan pikiran yang positif, teguh pada tujuan Anda, dan selalu mencari solusi atas masalah yang dihadapi.

Baca juga : Perusahaan Asuransi Jiwa Terbaik 2023

Kesimpulan:

Membangun keyakinan kesuksesan adalah upaya berkelanjutan yang membutuhkan kesabaran, komitmen, dan kerja keras. Dengan mengenali diri sendiri, menetapkan tujuan yang jelas, belajar dan berkembang, mengatur waktu dengan baik, menjalin hubungan yang positif, menjaga keseimbangan hidup, dan mengembangkan ketahanan diri, Anda dapat membangun nyanyian yang kuat untuk mencapai kesuksesan dalam hidup Anda. Tetaplah fokus pada perjalanan pengembangan diri Anda, dan ingatlah bahwa kesuksesan adalah hasil dari usaha yang konsisten dan dedikasi yang tidak pernah pudar.

Membangun Pondasi Kesuksesan